Realisasi Investasi 2026

Realisasi Investasi 2026

Realisasi Investasi Kabupaten Bangka Triwulan I 2026

Berdasarkan pembacaan data pada dashboard, realisasi investasi Kabupaten Bangka pada Triwulan I tahun 2026 tercatat sebesar Rp0,33 triliun atau setara dengan Rp330 miliar. Angka ini merupakan akumulasi dari seluruh sektor usaha yang dilaporkan melalui Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM). Selain itu, tercatat penyerapan tenaga kerja Indonesia sebanyak 302 orang.

Pada bagian komposisi sumber investasi, terlihat bahwa Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) memiliki porsi sebesar 51,5 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar 48,5 persen. Hal ini menunjukkan kontribusi investasi domestik yang relatif seimbang dengan investasi asing.

Jika dilihat dari distribusi sektor, diagram menunjukkan dominasi sektor tersier sebesar 69,4 persen. Sementara itu, sektor primer berkontribusi sebesar 15,7 persen dan sektor sekunder sebesar 14,9 persen. Pembagian ini menggambarkan bahwa aktivitas investasi lebih banyak terkonsentrasi pada sektor jasa dan perdagangan.

Pada tabel rincian sektor usaha, seluruh nilai disajikan dalam satuan Rp juta. Dari tabel tersebut, industri makanan tercatat sebagai penyumbang terbesar dengan nilai 123.747,2 (Rp juta), diikuti oleh industri logam dasar sebesar 45.144,3 (Rp juta), industri mineral non-logam sebesar 41.144,8 (Rp juta), serta sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan sebesar 37.369,3 (Rp juta). Jika dikonversi, nilai-nilai tersebut setara dengan kisaran puluhan hingga ratusan miliar rupiah.

Secara keseluruhan, dengan membaca seluruh komponen pada dashboard—mulai dari total investasi, komposisi PMDN dan PMA, distribusi sektor, hingga rincian subsektor—dapat disimpulkan bahwa investasi di Kabupaten Bangka pada Triwulan I 2026 menunjukkan kondisi yang stabil dengan dominasi sektor tersier dan kontribusi signifikan dari industri pengolahan, khususnya industri makanan. 

 

 

Realisasi Investasi Kabupaten Bangka Triwulan II Tahun 2026

 

 

Berdasarkan pembacaan data pada dashboard, realisasi investasi Kabupaten Bangka pada Triwulan II tahun 2026 tercatat sebesar Rp0,95 triliun atau setara dengan Rp951,89 miliar. Angka ini merupakan akumulasi dari seluruh sektor usaha yang dilaporkan melalui Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM). Selain itu, tercatat penyerapan tenaga kerja Indonesia sebanyak 251 orang.

Pada bagian komposisi sumber investasi, terlihat bahwa Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) memiliki porsi sebesar 85,5 persen, sedangkan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar 14,5 persen. Hal ini menunjukkan bahwa kontribusi investasi dalam negeri pada Triwulan II 2026 jauh lebih dominan dibandingkan dengan investasi asing.

Jika dilihat dari distribusi sektor, diagram menunjukkan dominasi sektor primer sebesar 46,3 persen. Sementara itu, sektor tersier berkontribusi sebesar 33,2 persen dan sektor sekunder sebesar 20,4 persen. Pembagian ini menggambarkan bahwa aktivitas investasi pada Triwulan II 2026 lebih banyak terkonsentrasi pada sektor primer, yang salah satunya didukung oleh tingginya realisasi pada sektor pertambangan.

Pada tabel rincian sektor usaha, seluruh nilai disajikan dalam satuan Rp juta. Dari tabel tersebut, sektor pertambangan tercatat sebagai penyumbang terbesar dengan nilai Rp421.080,4 juta, diikuti oleh sektor perumahan, kawasan industri dan perkantoran sebesar Rp197.895,0 juta, serta industri makanan sebesar Rp118.566,8 juta. Selanjutnya, sektor listrik, gas dan air sebesar Rp67.373,0 juta dan industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya sebesar Rp58.695,4 juta. Jika dikonversi, nilai-nilai tersebut setara dengan kisaran puluhan hingga ratusan miliar rupiah.

Secara keseluruhan, dengan membaca seluruh komponen pada dashboard—mulai dari total investasi, komposisi PMDN dan PMA, distribusi sektor, hingga rincian subsektor—dapat disimpulkan bahwa investasi di Kabupaten Bangka pada Triwulan II 2026 menunjukkan realisasi yang cukup signifikan dengan dominasi sektor primer dan kontribusi terbesar berasal dari sektor pertambangan.

 

Realisasi Investasi Kabupaten Bangka Triwulan III Tahun 2026

 

Berdasarkan pembacaan data pada dashboard, realisasi investasi Kabupaten Bangka pada Triwulan III tahun 2026 tercatat sebesar Rp1,34 triliun atau setara dengan sekitar Rp1.340,50 miliar. Angka ini merupakan akumulasi dari seluruh sektor usaha yang dilaporkan melalui Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM). Selain itu, tercatat penyerapan tenaga kerja Indonesia sebanyak 621 orang.

Pada bagian komposisi sumber investasi, terlihat bahwa Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) memiliki porsi sebesar 90,0 persen, sedangkan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar 10,0 persen. Hal ini menunjukkan bahwa kontribusi investasi dalam negeri pada Triwulan III tahun 2026 jauh lebih dominan dibandingkan dengan investasi asing.

Jika dilihat dari distribusi sektor utama, diagram menunjukkan dominasi sektor sekunder sebesar 60,2 persen. Sementara itu, sektor primer berkontribusi sebesar 35,2 persen dan sektor tersier sebesar 4,6 persen. Pembagian ini menggambarkan bahwa aktivitas investasi pada Triwulan III tahun 2026 lebih banyak terkonsentrasi pada sektor sekunder, yang didukung oleh tingginya realisasi investasi pada sektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya.

Pada tabel rincian sektor usaha, seluruh nilai investasi disajikan dalam satuan Rp juta. Sektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya menjadi penyumbang terbesar dengan nilai Rp669.573,3 juta, diikuti sektor pertambangan sebesar Rp439.652,7 juta dan industri makanan sebesar Rp120.676,2 juta. Selanjutnya, sektor listrik, gas dan air mencatatkan investasi sebesar Rp54.889,3 juta, sektor tanaman pangan, perkebunan dan peternakan sebesar Rp29.436,6 juta, serta industri kimia dan farmasi sebesar Rp12.996,4 juta. Sektor perikanan mencatatkan Rp3.375,3 juta, industri karet dan plastik sebesar Rp3.100,6 juta, perumahan, kawasan industri dan perkantoran sebesar Rp2.500,1 juta, serta perdagangan dan reparasi sebesar Rp2.490,1 juta. Adapun sektor konstruksi mencatatkan Rp974,4 juta, jasa lainnya sebesar Rp545,9 juta, dan industri mineral nonlogam sebesar Rp287,1 juta. Sementara itu, sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi, industri lainnya, serta industri kendaraan bermotor dan alat transportasi lain belum mencatatkan realisasi investasi atau tercatat sebesar Rp0,0 juta. Secara keseluruhan, total investasi dari seluruh sektor tersebut mencapai Rp1.340.498 juta atau sekitar Rp1,34 triliun, dengan kontribusi terbesar berasal dari sektor industri logam dasar dan pertambangan.

Secara keseluruhan, investasi Kabupaten Bangka pada Triwulan III tahun 2026 didominasi oleh sektor sekunder, dengan kontribusi terbesar berasal dari industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya. Capaian ini menunjukkan peran sektor industri dalam mendorong aktivitas penanaman modal dan mendukung penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Bangka.

Education & Skills

When nothing prevents our being able to we like best every.

Roads & Transportation

When nothing prevents our being able to we like best every.

26